Sabtu, Februari 23, 2013

Quarter Life Dilemma
Rate this book

Quarter Life Dilemma

by
(Cetak ulang ganti cover)

Ine Puspitasari (sahabat Belinda di Quarter Life Fear) memiliki hidup yang mungkin membuat banyak orang iri. Wajah dan penampilan jelita. Karier sukses. Dapat menggaet cowok-cowok keren---kalau sedang mau dan berminat. Tapi ternyata ia menyadari bahwa dirinya tidak bahagia. Ia hanya merasa ada sesuatu yang kurang---tapi apa? Apakah karena ia kurang puas dengan jabatannya sebagai creative director di ad agency ternama? Atau karena ia iri dengan pernikahan Belinda yang bahagia? Atau karena ia belum menemukan pendamping yang sesuai untuknya?

Ine kerap dihadapkan pada berbagai pilihan yang berujung dilema. Kadang semua pilihan sama bagusnya---atau sama buruknya. Ketika Ine harus memilih antara karier cemerlangnya atau menunggui Belinda yang akan melahirkan, mana yang akan Ine pilih?


"Quarter Life Dilemma is more than just a sequel to Quarter Life Fear... This is a book that makes you think about your life and how you choose when the choice is the hardest of all: between right and right." --Erwin Sagata, lecturer and civil servant, Jakarta(less)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar