Minggu, Oktober 20, 2013

Amerika Serikat-Rusia bahas program nuklir Iran

Seorang wanita Iran memegang spanduk dengan tulisan anti AS (kiri) dan foto ilmuwan nuklir Iran yang terbunuh saat ia dan pasangannya berdemonstrasi memberi dukungan terhadap program nuklir Iran, di sekeliling Fasilitas Konversi Uranium, di Isfahan, Selasa (15/11). (REUTERS/Morteza Nikoubazl)

... peserta sepakat, rencana baru Iran menunjukkan pendekatan baru untuk perundingan... "
Moskow (ANTARA News) - Wakil Menteri Luar Negeri/Kepala Perunding Nuklir Rusia, Sergei Ryabcov, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Rusia, Michael McFaul, Sabtu, mengadakan pertemuan tentang program nuklir Iran.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya meninjau pembicaraan terakhir antara Iran dan Kelompok 5+1 di Jenewa, Swiss.

Pertemuan ini juga berpusat pada isu-isu kepentingan bersama serta isu-isu internasional yang paling penting seperti penghancuran senjata kimia Suriah.

Iran dan enam negara besar mengadakan putaran baru pembicaraan dari 15-16 Oktober, di mana Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, yang memimpin delegasi negaranya mempresentasikan proposal baru Teheran menyelesaikan sengketa program nuklir negara itu.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, memimpin pihak lain selama pembicaraan dua hari.

Ryabcov yang mewakili negaranya di pembicaraan Jenewa menyatakan puas dengan hasil perundingan dan proposal baru yang diajukan oleh pihak Iran.

"Semua peserta sepakat, rencana baru Iran menunjukkan pendekatan baru untuk perundingan," kata Ryabcov.

Dibutuhkan waktu memeriksa rencana Iran, kata diplomat Rusia itu, dan menambahkan, negara-negara peserta perundingan menyebut proposal Iran jelas dan bermanfaat.

Dia menegaskan, rencana tersebut tidak bisa menjadi kunci semua masalah, tetapi ia mengatakan Rusia menyambut potensi konstruktif yang baik di balik itu.

Dia menggarisbawahi kebutuhan mengangkat sanksi-sanksi sepihak terhadap Barat terhadap Iran, mengatakan, karena Iran menempatkan program nuklirnya di bawah pengawasan internasional, dan Barat harus mencabut semua sanksi yang telah dikenakan pada negara itu.



View the original article here



Peliculas Online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar